shadow_left
Logo
Shadow_R
   
Hadirkan Hati PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh matahati   
Tuesday, 19 February 2008
Indeks Artikel
Hadirkan Hati
Halaman 2
Halaman 3

POIN GAGASAN

  • Manfaat menghadirkan hati saat berbicara
  • Perntingnya berzikir selama berbicara
  • Gambaran perilaku pembicara yang menghadirkan hati
  • Hati yang bersih adalah kunci keberhadilan berbicara
  • Antusisi ketika berbicara
  • Berbicara dalam hati









KISAH berikut ini adalah pengalaman seorang teman saya di pesantren Daarut Tauhiid  Bandung. Beliau sangat berharap dapat mengajak keluarganya untuk menjadi Muslim yang baik dan rajin beribadah. Segala upaya sudah ia lakukan seperti mengajak ke masjid atau majelis ilmu lainnya. Kemudian, teman saya ini bermaksud mengajak sepupunya untuk mengikuti majlis tklim di Daarut Tauhiid. Beliau berharap, sepupunya ini akan berubah setelah mendengarkan ceramah Aa Gym.

     Pada akhirnya, pada malam Jum’at beliau mengajak sepupunya ke Daarut Tauhiid untuk mengikuti ceramah Aa Gym. Setelah ceramah selesai, beliau bertanya kepada sepupunya, “Bagaimana kesanmu setelah mengikuti pengajian ini?”

     Sepupunya menjawab, “Sebelum ini, saya belum pernah mendengarkan ceramah seorang dai yang menyejukkan dan menggugah motivasi saya untuk berubah. Bahkan, sekarang saya merasa masih kurang, waktu yang tersedia untuk mendengarkan ceramahnya tadi. Tadinya, saya sering sakit hati kalau mendengar ceramah karena penceramahnya sering menyindir dan menghina, padahal saya ingin baik juga. Baru sekarang saya mengikuti ceramah yang tidak membuat saya sakit hati”.

     Dari kisah nyata di atas, dapat ditarik sebuah pelajaran penting, jika kita kurang bisa menjaga perasaan pendengar, yang akan terjadi adalah rasa sakit hati. Sebaliknya, jika kita bisa menjaga perkataan selama berbicara agar tidak melukai perasaan pendengar, tentu mereka kan mersa nyaman dan terbuka untuk menerina masukan kita.



Pemutakhiran Terakhir ( Tuesday, 19 February 2008 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >